Bahaya Kolesterol Tinggi Terhadap Kesehatan [Jarang Diketahui]

cara menurunkan kolesterol

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita tidak asing dengan istilah kolesterol. Ketika kita bertamu di rumah kerabat atau teman, dan kita disuguhi beraneka menu gorengan atau masakan yang berasal dari daging ayam potong, daging sapi atau kambing, maka pikiran kita langsung mendadak tertuju pada yang namanya kolesterol.

Bagi yang sedang menjalankan terapi diet, tentunya makanan yang kami sebutkan di atas akan dihindarinya, karena makanan-makanan tersebut merupakan sumber atau makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi, dan itu tidak bagus untuk dikonsumsi bagi mereka yang sedang diet.

Untuk yang tengah menjalani terapi diet, berikut informasi yang mungkin bermanfaat untuk anda.

Oke.. kita lanjutkan ke pembahasan tentang kolesterol!

Apakah kolesterol itu? apakah hal itu sama dengan yang namanya lemak?

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi. Lemak berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Dari segi ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan menjadi lemak sederhana, lemak majemuk, dan turunan lemak. Masing-masing jenis lemak memiliki stuktur kimia berbeda.

Contoh lemak sederhana adalah monogliserida, digliserida, dan trigliserida. Lemak majemuk contohnya fosfolipid dan lipoprotein. Sedangkan yang termasuk dalam turunan lemak salah satu contohnya adalah kolesterol.

Meski masuk dalam golongan lemak atau lipid, tetapi kolesterol dan lemak merupakan substansi yang berbeda. Satu makanan bisa saja tinggi lemak, tetapi bebas kolesterol, misalnya minyak zaitun. Atau sebaliknya makanan lain bisa rendah lemak tetapi tinggi kolesterol.

Apa itu kolesterol?

Dilihat dari struktur kimianya, kolesterol merupakan senyawa lemak yang kompleks. Sebagian besar kolesterol yang beredar dalam tubuh manusia dihasilkan dari dalam tubuh (di hati), mencapai 80% dari total kolesterol. Sisanya (20%) diperoleh dari makanan. Meski tampak “jahat” sebenarnya kolesterol memiliki banyak kegunaan dalam tubuh, di antaranya membuat hormon seks, membentuk dinding sel dan lain-lain.


Baca artikel tentang seks:


Kolesterol tidak larut dalam cairan darah. Untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein. Lipoprotein dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah.

Jumlah kolesterol yang ada di tubuh kita harus seimbang dengan kebutuhan. Dengan begitu tubuh kita akan tetap sehat. Tetapi bila jumlahnya berlebihan, salah satunya akibat terlau sering makan makanan mengandung kolesterol, maka kadar kolesterol dalam darah akan meningkat.

Jenis-jenis Kolesterol

[1] Kolesterol LDL (low density lipoprotein)

Kolesterol LDL ini adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak kolesterol di dalam darah. LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat, karena kadar LDL yang tinggi akan menyebabkan mengendapnya kolesterol dalam arteri. Kolesterol LDL merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan merupakan target utama dalam pengobatan.

[2] Kolesterol HDL (high density lipoprotein)

Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit. HDL sering disebut kolesterol baik, karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. Jadi HDL mampu mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi (proteksi) dari aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).

Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit. HDL sering disebut kolesterol baik, karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. Jadi HDL mampu mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi (proteksi) dari aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah).

Selain LDL dan HLD ada lagi satu jenis lemak yang berbahaya, yakni trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh.Selain LDL dan HLD ada lagi satu jenis lemak yang berbahaya, yakni trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh.

Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan, minum alkohol, makan gula, makan lemak. Kadar trigliserida yang tinggi banyak dikaitkan dengan pankreatitis atau radang pankreas.

Kolesterol : Faktor Risiko Penyakit jantung dan stroke

Jika kadar kolesterol di dalam darah melebihi dari nilai normal, maka risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke akan lebih besar. Kelebihan kolesterol dapat menyebabkan mengendapnya kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dikenal sebagai aterosklerosis (proses pembentukan plak pada pembuluh darah).

Jika penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, sehingga menyebabkan suplai darah ke otot jantung tidak memadai, maka timbul sakit atau nyeri dada yang disebut sebagai angina. Dan bila berlanjut akan menyebabkan matinya jaringan otot jantung yang disebut infark miokard. Jika infark miokard meluas, maka akan timbullah gagal jantung.

Selain kolesterol LDL, faktor risiko lain yang memperbesar terjadinya penyakit jantung adalah kebiasaan merokok, nilai HDL rendah (< 40 mg/dl), memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi (140/90 atau sedang dalam pengobatan). Selain itu penyakit jantung berisiko lebih tinggi pada usia ³ 45 tahun (pria) dan ³ 65 tahun (wanita), yang diketahui memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung.

Adapun gejala penyakit jantung adalah:

  • Rasa tertekan (ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas, terbakar ) di dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung
  • Tercekik atau sesak
  • Berlangsung lebih dari 20 menit.
  • Keringat dingin, lemah, berdebar dan bisa sampai pingsan
  • Gejala akan berkurang dengan istirahat dan bertambah berat dengan aktivitas
  • Jika sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak maka akan terjadi stroke. Gejala serangan stroke tergantung dari derajat serangan, mulai dari yang ringan sampai berat.

*Gejala stroke ringan: Bicara tiba-tiba jadi pelo

*Gejala stroke berat:

  • Kelumpuhan anggota gerak tubuh
  • Wajah menjadi tidak simetris
  • Jika terjadi perdarahan otak dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala stroke memerlukan tindakan yang cepat agar jangan sampai jatuh pada derajat yang lebih berat.

Hubungan kolesterol dan penyakit lain Diabetes Melitus (Kencing Manis)

Diabetes merupakan suatu keadaan dimana kadar gula darah melebihi batas normal. Diabetes ini juga merupakan faktor risiko terhadap PJK. Bila kadar gula darah naik dan berlangsung lama, maka akan memicu terjadinya aterosklerosis pada arteri koroner. Pasien dengan diabetes cenderung mengalami gangguan jantung pada usia yang masih muda.

Diabetes yang tidak terkonrol dengan kadar glukosa yang tinggi cenderung meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida. Bentuk kolesterol LDL pada penderita diabetes lebih padat dengan ukuran yang lebih kecil yang sering disebut Small Dense LDL, sehingga mudah sekali masuk kedalam lapisan pembuluh darah yang lebih dalam. Bentuk kolesterol LDL ini lebih jahat lagi karena lebih bersifat aterogenik (lebih mudah menempel pada pembuluh darah dan lebih mudah membentuk plak).

Disfungsi Ereksi (Gangguan Ereksi)

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.

Proses aterosklerosis (pembentukan plak) akibat kolesterol tinggi juga dapat terjadi pada pembuluh darah penis (arteri dorsalis penis). Plak yang menyumbat pembuluh darah penis ini menyebabkan penis tidak mendapatka aliran darah sehingga terjadi gangguan ereksi.

Kolesterol Harus Dikontrol!

Karena dampak kolesterol yang amat membahayakan kesehatan, maka kadar kolesterol perlu dikontrol. Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, dapat dilakukan dengan melakukan tes di laboratorium setelah puasa lebih kurang 10 jam. Adapun nilai normal laboratorium untuk kolesterol adalah sebagai berikut:

Kolesterol LDL: Nilai normal kolesterol LDL bergantung kepada jumlah faktor risiko seseorang terhadap PJK. Semakin banyak jumlah faktor risikonya, maka semakin rendah kolesterol LDL yang harus diturunkan.

  • Jika jumlah faktor risiko PJK 0-1 , maka kolesterol LDL < 160 mg/dl
  • Jika jumlah faktor risiko PJK > 2, maka kolesterol LDL < 130 mg/dl
  • Jika seseorang ada riwayat PJK ataupun Diabetes, maka kolesterol LDL < 100 mg/dl

Bahaya Kolesterol Tinggi Terhadap Kesehatan

Selain rutin melakukan pemeriksaan laboratorium, kolesterol juga bisa dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Di antaranya menjaga berat badan yang seimbang. Kegemukan juga salah satu faktor risiko lain diabetes, hipertensi, yang pada taraf selanjutya meningkatkan risiko PJK.

Berat badan dikatakan ideal bila berat badan untuk tinggi badan tertentu secara statistik dianggap paling baik untuk menjamin kesehatan, kontrol kolesterol dalam darah anda dengan konsumsi sayur dan buah organik melilea, cara bijak mengontrol kolesterol adalah dengan mengatur makanan yang masuk kedalam tubuh kita, pengendalian kolesterol lebih mudah dengan melilea.

Berat badan dikatakan ideal bila berat badan untuk tinggi badan tertentu secara statistik dianggap paling baik untuk menjamin kesehatan, kontrol kolesterol dalam darah anda dengan konsumsi sayur dan buah organik melilea, cara bijak mengontrol kolesterol adalah dengan mengatur makanan yang masuk kedalam tubuh kita, pengendalian kolesterol lebih mudah dengan melilea.


Selain bahaya yang kami sebutkan di atas, kolesterol tinggi di dalam tubuh menyimpan sejumlah bahaya lainnya, di antaranya:


  • Memicu aterosklerosis

Aterosklerosis adalah kondisi mengeras dan menyempitnya pembuluh nadi. Penyakit ini disebabkan oleh kolesterol jahat yang umumnya menyerang usia muda.

  • Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Penyempitan pembuluh nadi dapat mempersulit aliran darah memasuki jantung yang berakibat pada timbulnya serangan jantung. Contoh lain adalah ketika pembuluh darah otak tersumbat, maka bisa mengakibatkan stroke, darah tinggi, dan serangan jantung.

  • Mengganggu sistem pencernaan

Tingginya tingkat kolesterol menciptakan ketidakseimbangan di empedu yang mengakibatkan penyakit batu empedu. Sebanyak 80 persen kasus batu empedu disebabkan oleh endapan kolesterol.

Selain itu, bahaya kolesterol dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Sakit rahang akibat kurang asupan oksigen
  • Mati rasa di kaki
  • Tinja berdarah

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan untuk anda. Jaga kesehatan dan selalu kontrol kolesterol anda, karena kolesterol yang berlebih juga kurang kolesterol dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Bagaimana tanggapan dari anda yang telah membaca artikel ini? silahkan beri komentar di bawah ya..

Share This

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*