Efek Positif dan Negatif Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

Sebelum Bercinta di Pantai, Pahami 5 Hal Berikut

Berbahayakah melakukan aktivitas seksual ketika sang istri sedang mengalami haid?

Sekarang ini, di masyarakat, masih terjadi pro dan kontra soal masalah itu. Ada yang membolehkan berhubungan ranjang dan ada juga yang melarang keras hubungan intim ketika sedang haid. Sebagian masyarakat yang tidak terikat norma dan mitos kepercayaan tertentu memperbolehkan. Sementara untuk kalangan masyarakat muslim dan penganut kepercayaan tertentu melarang keras melakukan hubungan ranjang ketika sedang haid. Lalu bagaimana penjelasan melakukan aktifitas seksual saat haid jika dikaji secara medis?

Penjelasan medis menyampaikan efek positif dan negatif berhubungan saat haid. Efek positif itu lebih banyak karena persoalan psikis daripada persoalan medis, dikarenakan hormon endorphin yang membantu manusia merasakan kenikmatan membantu perempuan haid mengurangi rasa sakit yang diderita pada saat haid. Langsung saja untuk awal kami sampaikan dampak positif berhubungan badan saat haid menurut keterangan ilmiah kedokteran.

Efek Positif Seks Ketika Haid Berlangsung

  1. Berhubungan ranjang ketika haid dapat meringankan beban rasa sakit yang diderita oleh wanita akibat pre-menstrual syndrom dan rasa sakit pada saat menstruasi. Kenapa demikian? Sebab pada saat haid berlangsung, biasanya muncul kram pada organ reproduksi. Dengan berhubungan badan dan mencapai orgasme mampu melepaskan endorfin. Endorfin yaitu hormon yang mampu membuat tubuh kita merasakan kesenangan dan kenikmatan. Hal ini sangat membantu setiap wanita untuk mengurangi atau membuang rasa depresi dari faktor kesakitan.
  2. Hubungan intim saat haid juga bisa memberikan kepuasan karena saat itulah si istri mendapatkan gairah yang menggebu, sekaligus kebutuhan pelampiasan atas segala rasa yang terjadi pada saat haid.

Dampak Negatif Seks Ketika Haid

  • Resiko Tertular Penyakit Sangatlah Tinggi

Hubungan seksual saat haid dapat memberikan resiko terkena infeksi, tertular penyakit dan juga tidak steril. Hal ini terjadi bisa saja terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, dampak yang buruk adalah saat infeksi atau tertular penyakit, kuman atau bakteri dari pasangan bisa masuk hingga rahim. Sebab pada saat haid kondisi leher rahim sedang terbuka dan ini memberi kemungkinan kontaminasi kotoran masuk ke rahim.

  • Memberikan Kemudahan Jamun dan Bakteri untuk Berkembang

Kadar protein Hydrogen (ph) vagina pada saat haid lebih rendah. Hal ini mengakibatkan tingkat ke-asam-an banyak berkurang. Akibatnya yaitu kemungkinan terinfeksi jamur atau bakteri sangatlah besar. Demikian ini akan membuat vagina lebih kotor dan kurang sehat. Apalagi jika saat kontak dengan organ intim lain yang tentu kebersihannya juga berbeda.

  • Resiko Tertular HIV/AIDS Lebih Besar

Pasangan hubungan intim ketika haid juga mendapatkan potensi tertular HIV/AIDS lebih besar dibandingkan dengan ketika tidak sedang haid. Hal ini terjadi karena banyaknya darah dan cairan tubuh yang saling bertemu dan memberikan kontaminasi. Cairan tubuh dan darah sangat cepat memberikan pengaruh potensi tertular virus HIV/AIDS.

Demikian itulah informasi seputar efek positif dan negatif melakukan hubungan intim ketika sedang dalam kondisi istri haid. Informasi ini kami dapatkan dari berbagai sumber dan referensi, salah satunya dari Alodokter.COM.

Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan Anda ketika ingin bercinta saat pasangan sedang dalam kondisi haid.

Silahkan baca informasi terkait:

Share This

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*