Mari Mengenal Jenis-jenis Karbohidrat

Pada artikel sebelumnya telah kita bahas mengenai Makanan yang kaya kandungan karbohidrat serta fungsinya untuk tubuh, maka kali ini mari kita mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis karbohidrat

Sudah kita ketahui, bahwa karbohidrat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang keberadaannya sangat melimpah di muka bumi ini. Dari situ pulalah maka karbohidrat dijadikan sebagai sumber energi oleh semua penduduk di dunia. Untuk tumbuhan, ternyata karbohidrat memiliki peran sangat penting untuk proses fotosintesis.

“Mari kita simak mengenai penjelasan jenis-jenis karbohidrat.”

Dalam ilmu gizi, karbohidrat terbagi menjadi dua golongan, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Pada dasarnya semua jenis-jenis karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana atau gula sederhana; karbohidrat kompleks mempunyai lebih dari unit gula sederhana dalam 1 molekulnya. Pada kesempatan kali ini, akan sedikit saya jelaskan mengenai jenis karbohidrat yang sederhana.


Monosakarida


Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Monosakarida meliputi glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan lain-lain. Monosakarida biasa dikenal dengan heksosa, karena terdiri atas 6 cincin karbon.

Ada tiga jenis heksosa yang dikenal dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiganya memiliki jenis dan jumlah atom yang sama. Perbedaannya adalah terletak pada cara penyusunan atomnya. Perbedaan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan dalam tingkat kemanisan dan daya larutnya.

Jenis-jenis Monosakarida

Berikut ini yang termasuk ke dalam jenis karbohidrat monosakarida, antara lain :

  • Glukosa

Glukosa merupakan suatu aldoheksosa, disebut juga dekstrosa karena memutar bidang  polarisasi ke kanan. Glukosa merupakan komponen utama gula darah, menyusun 0,065- 0,11% darah kita. Glukosa dapat terbentuk dari hidrolisis pati, glikogen, dan maltosa. Glukosa sangat penting bagi kita karena sel tubuh kita menggunakannya langsung untuk menghasilkan energi. Glukosa dapat dioksidasi oleh zat pengoksidasi lembut seperti pereaksi Tollens sehingga sering disebut sebagai gula pereduksi.

  • Galaktosa

Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa. Monosakarida ini jarang terdapat bebas di alam. Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis jika dibandingkan dengan glukosa dan kurang larut dalam air. Seperti halnya glukosa, galaktosa juga merupakan gula pereduksi.

  • Fruktosa

Fruktosa adalah suatu heksulosa, disebut juga levulosa karena memutar bidang polarisasi ke kiri. Merupakan satu-satunya heksulosa yang terdapat di alam.  Fruktosa merupakan gula termanis, terdapat dalam madu dan buah-buahan bersama glukosa.Fruktosa dapat terbentuk dari hidrolisis suatu disakarida yang disebut sukrosa. Sama seperti glukosa, fruktosa adalah suatu gula pereduksi.

Baca artikel lainnya:


Disakarida


Disakarida merupakan molekul penting dari karbohidrat dan juga sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Disakarida tersusun atas molekul tunggal karbohidrat yang saling berhubungan, penyusunnya adalah monosakarida dengan monosakarida lainnya.

Hubungan antara monosakarida ini dihubungkan oleh sebuah senyawa sehingga membentuk disakarida sempurna. Tubuh manusia akan mencerna disakarida yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi.

Proses pemecahan disakarida yang masuk ke tubuh sangat penting dilakukan untuk proses pencernaannya di dalam usus kecil. Disakarida merupakan molekul karbohidrat yang berbeda dengan molekul lainnya sehingga menghasilkan zat dan proses kimia yang berbeda. Adapun bentuk disakarida yang dibutuhkan dan sering dijumpai ialah ada beberapa jenis, seperti laktosa, sukrosa, dan juga maltosa.

Jenis-jenis Disakarida

Ada beberapa jenis disakarida yang sering dikonsumsi manusia dalam bentuk makanan, adapun bentuk atau jenis disakarida tersebut adalah :

  • Laktosa

Laktosa juga menjadi nama lain dari susu, hal ini tidak sepenuhnya keliru mengingat laktosa sering atau banyak terdapat di dalam susu. Kandungan laktosa di dalam susu menjadikan produk susu memiliki warna kekuningan bukan putih bersih.

Laktosa juga merupakan gula yang terdapat di dalam susu, namun kandungannya lebih aman masuk ke tubuh. Apabila diperoleh dari olahan susu alami atau susu segar dari hewan ternak penghasil susu. Ada pula beberapa produk olahan yang menambahkan whey untuk membentuk kandungan laktosa.

Produk olahan dengan tambahan tersebut bisa dijumpai dalam bentuk olahan roti, aneka kue, donat, dan juga olahan es krim. Sayangnya laktosa yang masuk ke dalam tubuh oleh beberapa orang justru menimbulkan reaksi alergi.

Hal ini disebabkan karena kesulitan dalam mencerna laktosa tersebut, proses pencernaan laktosa bisa terjadi jika tubuh menghasilkan enzim laktase. Ada beberapa kasus tubuh seseorang tidak mampu memproduksi enzim laktase dengan cukup. Kesulitan dalam mencerna laktosa akan menimbulkan reaksi mual, muntah, diare, kram pada perut, dan sering keluar gas.

  • Sukrosa

Sukrosa dihasilkan secara alami oleh tanaman yang menghasilkan buah, karbohidrat disimpan di dalam buah sehingga memiliki rasa manis. Sukrosa yang masuk ke dalam tubuh akan diolah atau lebih tepatnya dipecah oleh enzim beta fructosidase.

Pemecahan ini akan menghasilkan glukosa dan juga fruktosa yang kemudian akan digunakan dalam mekanisme tubuh. Tubuh akan menggunakan sukrosa sesuai dengan kebutuhan, sedangkan jika masih ada yang bersisa akan ditimbun. Timbunan sukrosa ini akan mendukung proses sintesis lemak di dalam tubuh.

Sukrosa juga merupakan jenis disakarida yang bisa dijumpai pada beberapa jenis bahan makanan yang terasa manis. Sukrosa lebih identik sebagai bahan pemanis yang dimasukkan ke dalam bahan-bahan pembuatan makanan tertentu.

Seorang produsen makanan akan menambahkan sukrosa karena mampu menghasilkan rasa manis dan tekstur yang mengkilap. Produk yang menggunakan sukrosa sebagai bahan tambahan antara lain ialah permen, es krim, saus, dan juga kecap.

  • Maltosa

Maltosa memiliki istilah lain berupa gula gandum, merupakan salah satu jenis disakarida yang terbentuk dari gabungan dua glukosa. Penggabungan dua glukosa ini bisa terjadi karena adanya ikatan alfa yang terbentuk oleh peristiwa kondensasi. Memiliki fungsi atau manfaat yang sama dengan sukrosa yakni sebagai pemanis pada makanan.

Olahan yang menggunakan maltosa bisa dijumpai pada beberapa jenis permen dan bahan pengoles roti berupa selai. Maltosa dapat dicerna oleh tubuh yang mampu memproduksi enzim maltase dan tidak pernah ada kasus adanya alergi dengan maltosa.

Baca artikel lainnya:


Oligosakarida


Oligosakarida terdiri atas dua hingga sepuluh polimer monosakarida. Oligosakarida dapat dijumpai pada biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan.

Demikian sedikit uraian dan penjelasan mengenai jenis-jenis karbohidrat sederhana. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan kita semua.

Baca artikel lainnya :

Share This

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*