Menunda Memberi “Makanan Padat” Pada Bayi Dapat Mengurangi Resiko Anak Terkena Alergi dan Asma

cara mencegah penyakit alergi dan asma pada anak

Pemberian makanan padat pada si kecil sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, agar proses menyusui tidak terganggu. Tapi apakah penundaan ini juga bisa membantu mengurangi resiko alergi?

Perdebatan kapan sebaiknya bayi pertama kali diberikan makanan padat terus meruncing. Sebagian ahli menyarankan agar bayi diberikan makanan padat saat berusia 4-6 bulan, sebagai lainnya menyarankan pemberian setelah 6 bulan. Yang pasti, ASI ekslusif adalah pilihan terbaik bagi si kecil yang berusia 0-6 bulan.

Jika dikaitkan dengan masalah alergi pada anak, banyak orang tua percaya, menunda pemberian makanan padat pada bayi selama beberapa bulan dapat mengurangi resiko anak terkena alergi dan asma. Namun sayang, penelitian ini baru mengungkapkan hal berbeda.

Untuk mengurangi resiko alergi, World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP) dan kelompok-kelompok lainnya menganjurkan para orang tua untuk tidak memberikan anak-anak mereka makanan padat sampai berusia sekitar 4-6 bulan.

Namun, temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, Januari 2008 mempertanyakan efektifitas strategi ini. Walaupun menunda makanan padat bagi bayi masih disarankan, langkah ini tak bisa banyak diandalkan untuk mengurangi resiko dan alergi pada anak.

Para peneliti dari Jerman menemukan diantara 2.073 anak-anak yang terus diteliti sepanjang 6 tahun, mereka yang tidak menerima asupan makanan padat hingga berusia 4-6 bulan tidak beresiko lebih kecil untuk terkena alergi pernapasan, asma ataupun kepekaan terhadap alergi-alergi makanan.

“Ketika kami meneliti anak-anak ini 6 tahun setelahnya, kami tidak menemukan bukti apapun yang mendukung pernyataan bahwa menunda pemberian makanan padat pada bayi hingga usia 4-6 bulan dapat mencegah asma, alergi selaput lendir, kepekaan makanan atau debu,” tandas para peneliti yang dikepalai oleh Dr. Anne Zutavern dari GSF-F National Research Center for Environment and Health, Neuherberg.

Menuut tim Zutavern, walapun WHO, APP dan banyak lembaga lain mengatakan penundaan pemberian makanan padat pada bayi dapat mengurangi resiko alergi, hanya sedikit sekali bukti ilmiah yang dapat mendukung pernyataan itu.

Satu pengecualian adalah kondisi kulit, eksim. Ketika para peneliti mengamati anak-anak yang tidak nemiliki gejala alergi atau penyakit kulit sebelum mereka berusia 6 bulan, mereka yang mendapat makanan padat sebelum berusia 4 bulan cenderung akan mengalami penyakit kulit itu saat beranjak besar.


Baca artikel lainnya:


Para peneliti mengatakan, hal ini mungkin karena para orang tua yang mengenali gejala alegi atau sakit kulit pada bayi mereka akan lebih berhati-hati dalam memberikan makanan padat pada anak-anaknya.

Yang paling penting, demi kesehatan dan perkembangan menyeluruh bayi, banyak ahli menyarankan sebaiknya si kecil diberi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama.

Kemungkinan bahwa menunda pemberian makanan padat dapat mengurangi resiko terkena penyakit eksim tidak dapat diabaikan, tambah para peneliti. Terlebih lagi, penemuan ini tidak berarti pada orangtua harus mengacuhkan anjuran menunda pemberian makanan padat bagi bayi.

Para orangtua tetap dapat menjalankan anjuran WHO, APP dan badan-badan lainnya. Namun jangan berharap banyak bahwa ini bisa menurunkan resiko alergi, ungkap Dr. Joachim Heinrich, peneliti senior dari studi ini, dari Ludwig-Maximillians Universitat di Munich, Jerman.

Terlepas dari hasil penelitian ini, tetao ada sejumlah alasan kuat untuk menunda pemberian makanan padat bagi bayi. Misalnya, si bayi harus sudah cukup besar untuk bisa mengunyah dan menelan makanan padat dengan baik. Dan yang paling penting, demi kesehatan dan perkembangan menyeduh bayi, banyak ahli menyarankan sebaiknya si kecil diberi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama.

Sumber: Majalah Health Today

Share This

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*