Atasi Kekeringan, Pembkab Blora Lakukan Managemen Air

Blora: Sejak musim kemarau, dua kali hujan turun di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, namun tidak mengurangi kekeringan di daerah ini. Sebanyak 188 desa di 16 kecamatan mengalami kesulitan air bersih hingga ratusan ribu warganya harus mengandalkan bantuan air bersih, menggali dasar sungai yang mengering atau mencari sumber mata air cukup jauh.

Kabupaten Blora merupakan daerah terparah dilanda kekeringan di Jawa Tengah, namun ini berbeda dengan Desa Sempu, Kecamatan Kunduran yang tetap aman dengan persediaan air hasil tabungan pada musim penghujan. Memanagemen air menjadi upaya menghadapi kekeringan yang melanda.

Cuaca pada Rabu, 20 September 2023 siang itu cukup terasa panas, tanaman jati yang berada di sepanjang perjalanan memasuki Blora juga merangas dengan daun mengering dan berguguran, sesekali harus mengusap keringat meskipun berada di Blora yang hampir 50 persen wilayahnya adalah hutan karena kemarau panjang ini.

Hujan memang sempat turun, tapi kesulitan air bersih masih terjadi, beberapa kali terlihat mobil tangki air berjalan menyusuri jalan pedesaan yang terjal kerontang, di sebuah rumah dengan halaman cukup luas di perkampungan Desa Tempurejo, Kecamatan Blora Kota puluhan warga mengantarkan ember, jerigen dan galon air menunggu kedatangan mobil tangki bantuan air bersih.

Kondisi serupa juga terlihat di desa-desa Kecamatan Jiken, Blora, antrean panjang warga menunggu datangnya bantuan air cukup memanjang dan petugas dari Rumah Zakat melalui program Sedekah Air Bersih dengan sabar melayani warga yang mengantrekan wadah airnya. 

“Kami hanya mengandalkan bantuan saat kekeringan ini terjadi, sumber mata air jauh hingga tiga kilometer dari

desa ini,” ungkap Suryati, 50, warga Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Blora.

Baca Juga  menggunakan teknologi mutakhir di Sukabumi penting

Sementara itu di Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora yang berada di perbatasan Grobogan-Blora masih terlihat tenang, meskipun desa-desa sekitar di dua daerah itu mengalami kekeringan ekstrim dan ribuan warganya kesulitan air bersih. 

“Warga kami memanfaatkan air hujan yang ditabung untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Lilik Zubaidi. MI/Akhmad Safuan

(CDE)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *