Banjir di Nunukan Akibat Kiriman dan Laut Pasang


Jakarta: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Arief Budiman menyebut banjir di wilayahnya diakibatkan air kiriman dari Malaysia, serta laut pasang yang bertemu di hilir yang mengalami pendangkalan.

Arief menyebut hilir Sungai Nabawan di Malaysia berada di wilayah Kecamatan Sembakung, yang mana daerahnya rendah dan mengalami pendangkalan, serta memiliki jalur air laut.

“Air lambat keluar. Apalagi kalau misalnya pas ketemu antara air laut pasang dengan banjir,” kata Arief, Rabu, 27 September 2023.

BPBD Nunukan telah membuat Desa Tangguh Bencana di tiap desa di lima kecamatan rawan terdampak banjir yakni Kecamatan Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai kemudian Sembakung.

Pembentukan Desa Tangguh Bencana juga mendapat penguatan dari Dinas Sosial setempat guna menyediakan posko, dapur umum, dan tenda lokasi pengungsian.
 


Saat tanggap darurat banjir yang masih berlangsung hingga kini, Arief mengatakan pihaknya sudah membuka dapur umum bersama relawan bencana, TNI dan Polri untuk pengungsi yang membutuhkan makanan.

Selain itu, makanan dari dapur umum juga telah disiapkan untuk warga yang terjebak banjir di rumah masing-masing, sambil memantau warga tersebut.

Arief mengatakan banjir di Sembakung dan sekitarnya saat ini memiliki periode banjir besar tiga tahunan. Intensitasnya semakin tinggi, karena sebelumnya banjir besar datang lima tahun sekali.

Menurut dia, hal itu dipengaruhi pembukaan lahan di Malaysia, yang mengonversi hutan-hutan menjadi kebun sawit, sehingga air kiriman banjir berwarna cokelat.

Hal itu berbeda dengan air dari Indonesia, yang berwarna jernih karena banyaknya hutan yang masih terjaga.

“Itu menyebabkan terjadi pendangkalan sungai di wilayah Semakung, sehingga air lambat keluar,” jelasnya.

Jakarta: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Arief Budiman menyebut banjir di wilayahnya diakibatkan air kiriman dari Malaysia, serta laut pasang yang bertemu di hilir yang mengalami pendangkalan.
 
Arief menyebut hilir Sungai Nabawan di Malaysia berada di wilayah Kecamatan Sembakung, yang mana daerahnya rendah dan mengalami pendangkalan, serta memiliki jalur air laut.
 
“Air lambat keluar. Apalagi kalau misalnya pas ketemu antara air laut pasang dengan banjir,” kata Arief, Rabu, 27 September 2023.
Baca Juga  Tebar Diskon, Ini Daftar Tiket Kereta Promo KAI



BPBD Nunukan telah membuat Desa Tangguh Bencana di tiap desa di lima kecamatan rawan terdampak banjir yakni Kecamatan Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai kemudian Sembakung.
 
Pembentukan Desa Tangguh Bencana juga mendapat penguatan dari Dinas Sosial setempat guna menyediakan posko, dapur umum, dan tenda lokasi pengungsian.
 

Saat tanggap darurat banjir yang masih berlangsung hingga kini, Arief mengatakan pihaknya sudah membuka dapur umum bersama relawan bencana, TNI dan Polri untuk pengungsi yang membutuhkan makanan.
 
Selain itu, makanan dari dapur umum juga telah disiapkan untuk warga yang terjebak banjir di rumah masing-masing, sambil memantau warga tersebut.
 
Arief mengatakan banjir di Sembakung dan sekitarnya saat ini memiliki periode banjir besar tiga tahunan. Intensitasnya semakin tinggi, karena sebelumnya banjir besar datang lima tahun sekali.
 
Menurut dia, hal itu dipengaruhi pembukaan lahan di Malaysia, yang mengonversi hutan-hutan menjadi kebun sawit, sehingga air kiriman banjir berwarna cokelat.
 
Hal itu berbeda dengan air dari Indonesia, yang berwarna jernih karena banyaknya hutan yang masih terjaga.
 
“Itu menyebabkan terjadi pendangkalan sungai di wilayah Semakung, sehingga air lambat keluar,” jelasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(MEL)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *