Eta Margondang Persembahkan Musik Tradisi 4 Puak Danau Toba untuk Harmoni Semesta

Ubud: Sumatera Utara merupakan daerah dengan kekayaan tradisi yang sangat beragam. Termasuk musik. Sebuah grup musik bernama Eta Margondang yang terbentuk pada 2021 membuat konsep menarik dengan mempersatukan musik tradisi dari empat puak wilayah sekitar danau Toba, yaitu Karo, Toba, Simalungun, dan Pak pak.
 
Eta Margondang menjadi salah satu penampil paling ditunggu dalam gelaran Indonesian Music Expo (IMEX) 2023, yang digelar di Puri Lukisan Ubud, Bali, pada 21-24 September 2023. Tampil pada Sabtu, 23 September 2023, Eta Margondang berhasil membuat penonton bergoyang lewat komposisi musik mereka yang berenergi.
 
“Memang empat sub-etnis itu berasal dari satu etnis besar, dan alat-alat musiknya sama meskipun tonalitasnya berbeda. Tetapi sama-sama ada alat pukul, petik, gesek. Tangga nadanya berbeda, politonal. Konsep yang kami mainkan asli konsep tradisi yang dikemas dengan seni tradisional. Scale musiknya asli dari musik tradisi,” Martogi Sitohang, personel Eta Margondang.

Eta Margondang membawakan komposisi lewat instrumen tradisi mereka, yaitu serunai, kecapi, taganing, genderang, gendang karo, kulcapi, kalondang, dengan instrumen tambahan akordeon dan gitar.
 
Meski membawakan musik tradisi, Eta Margondang mengemas musik mereka lebih relevan untuk dinikmati hari ini. Tujuannya, mereka ingin masyarakat luas mengenal budaya di wilayah danau Toba. 
 
“Memperkenalkan danau Toba, itu gagasan besarnya. Memperkenalkan pariwisata dan kebudayaan di sekitar danau Toba. Bagaimana membuat komposisi yang bisa dinikmati masyarakat universal,” tukas Martogi.
 
Salah satu komposisi musik yang dibawakan Eta Margondang dalam pentas di IMEX 2023 berjudul “Universe Frequency.” Komposisi ini ditulis oleh Martogi yang terinspirasi pada keselarasan harmoni alam semesta.
 
“Konsep lagu yang saya buat berjudul ‘Universe Frequency’ itu spiritualisasi musik. Menghibur alam, pohon, bahkan seolah-olah kita menghibur bulan di angkasa. Menghibur jagat raya. Seni itu gambaran kebaikan, keindahan, kebenaran. Itu konsepnya,” kata Martogi yang telah berkecimpung dalam seni musik tradisi selama lebih dari tiga dekade.
 

IMEX 2023 menghadirkan 12 musisi dari berbagai penjuru Indonesia, selain Eta Margondang, para musisi dan atau grup yang tampil adalah Sako Serikat (Lampung), Sora (Jawa Barat), Gamelan Selonding (Bali), Orasare (Bali), Rindik Pinggitan (Bali), Chandra Irawan (Nusa Tenggara Barat), Marinus Kevin & The Local Elite (Nusa Tenggara Timur), Uyau Moris (Kalimantan), Pepe Pepe Baine (Sulawesi), dan Papua Vocal Ensembles (Papua).
 

Baca Juga  Kode The Fed Ini Bikin Rupiah Meringis

 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ASA)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *