Hindari Pemalsuan Data Era Digital, Kompetensi Pendidikan Notaris Mesti Ditingkatkan

Jakarta: Kompetensi pendidikan notaris mesti ditingkatkan seiring dengan berkembangnya dunia digital. Pasalnya, ancaman keamanan digital antara notaris dan klien turut meningkat di tengah majunya teknologi.
 
Notaris diharapkan bisa beradaptasi dan menjadi gate keeper di tengah digitalisasi. Dengan kata lain, penting bagi calon lulusan pendidikan notaris untuk memahami tindakan relevan sekaligus menjaga integritas dan keamanan data pribadi klien.
 
“Inilah pentingnya edukasi dan pembekalan kompetensi digital terkait dengan pendidikan dan pekerjaan notaris,” kata Associate Professor of Commercial Law di University of Trento Italy, Corrado Malberti, dalam seminar hybrid, The Notary of Tomorrow: The Contribution of New Technologies to The Evolution of The Notarial Profession, Senin, 25 September 2023.

Corrado menyampaikan perkembangan teknologi digital menuntut notaris untuk bisa beradaptasi dalam hal ilmu dan kecakapan agar bisa survive dan tetap eksis menangani kasus hukum perdata. Sekarang ini, notaris tidak perlu harus bertemu klien langsung dengan perkembangan teknologi.
 
“Mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dari jarak jauh, di mana pun dan kapan pun. Hal ini juga semakin lumrah dilakukan sejak pandemi covid-19 melanda, di mana mobilitas kita terbatas dan diperlukan remote authentication untuk verifikasi data,” papar dia.
 
Corrado menjabarkan di Eropa, ada e-signature dan e-identification yang telah dikembangkan untuk verifikasi data digital. Meski demikian, notaris tetap harus jeli dan teliti dalam proses ini karena keamanan digital menjadi aspek sangat penting, terutama karena beberapa negara belum mencapai level cyber security yang setara.
 
“Di internet, kita harus mewaspadai semua orang. Pasalnya, notaris bekerja dengan data pribadi klien yang sensitif dan berbahaya jika sampai bocor dan bahkan digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab,” jelas dia.
 
Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar seminar terkait edukasi kompetensi digital dalam pendidikan dan pekerjaan notaris dalam rangka Dies Natalis ke-10 Program Magister Kenotariatan UPH. Alumni kenotariatan UPH, yang kini menjadi Corporate Legal Department Head PT Golden Energy Mines, Yeremia Adi Pratama, mengamini yang disampaikan Corrado.
 
“Dan saya sudah melihat, kualitas pendidikan di UPH memastikan mahasiswa UPH dapat mengimplementasikan ilmu seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), mampu bersaing, dan siap menghadapi tantangan di era globalisasi bidang kenotariatan ini,” tutur Yeremia.
 

Baca Juga  Bursa Asia Dibuka Merana Lagi, Investor Masih Wait And See?

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(REN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *