Kurang Asupan Serat jadi Faktor yang Meningkatkan Risiko Alergi

Jakarta: Dalam rangka Soya Awarness Month, perlu kamu sadari bahwa masih banyak anak-anak yang alergi terhadap susu sapi. Menurut penelitian, 9 dari 10 anak Indonesia masih kurang serat, salah satu sebabnya adalah alergi ini.

Risiko anak-anak alergi di Indonesia masih menjadi perhatian besar. Di negara berkembang, angka kejadian alergi makanan yang disebabkan tidak cocok susu sapi masih menjadi alergen makanan yang sering dialami anak-anak di usia dini.

Menurut penelitian pada tahun 2020 tentang Perspective of Soy Formula and Fiber Intake among Non-Cow’s Milk Drinker Pediatric Patients: A Survey among Indonesian Health Care Practitioners, 3 dari 10 anak Indonesia tidak cocok susu sapi. Selain itu, 2 dari 3 anak yang tidak cocok susu sapi disebabkan karena alergi.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi alergi dapat berpotensi mengancam tumbuh kembang optimal anak. Sebab, anak tidak mendapatkan nutrisi penting dari pembatasan konsumsi susu sapi, sehingga berisiko mengalami kekurangan asupan nutrisi yang bisa memengaruhi tumbuh kembangnya.

Bukan hanya perihal kecukupan mikronutrien, asupan makanan berserat juga tidak bisa diremehkan pada anak yang tidak cocok susu sapi. Hal ini karena, serat dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya.

Serat begitu penting bagi setiap orang, termasuk anak-anak. Sehingga, jika asupan serat harian tidak tercukupi dengan baik dapat memengaruhi terjadinya gangguan kesehatan, salah satunya kejadian alergi pada anak.

Berdasarkan penelitian pada 2018, tercatat 9 dari 10 anak mengalami kurang serat. Menurut pemaparan dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK., Dokter Spesialis Gizi Klinik, penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alergi.

Baca Juga  Erick Komentari KPK Tahan Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan saat zat pemicu alergi (alergen) yang berasal dari lingkungan maupun makanan masuk ke dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat terjadi gangguan pada keseimbangan mikrobiota usus yang memicu respons sistem imun yang menimbulkan reaksi alergi pada anak.

Isolat Protein Soya yang telah terfortifikasi dengan nutrisi tepat yang tinggi serat maupun dengan kombinasi Zat Besi dan Vitamin C. Nutrisi ini dapat membantu meningkatkan penyerapan Zat Besi hingga dua kali lipat.

Selain itu, juga bisa menjadi alternatif nutrisi yang aman dan efektif bagi anak yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi. Ditambah, efektif juga untuk makanan yang mengandung produk turunannya.

“Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa tumbuh kembang anak-anak yang mengonsumsi susu pertumbuhan untuk anak di atas 1 tahun dengan Isolat Protein Soya sama baiknya dengan anak-anak yang mengkonsumsi susu sapi,” papar dr. Juwita.

Alasan di balik hal tersebut adalah saat ini Isolat Protein Soya telah difortifikasi dari berbagai nutrisi penting termasuk zat besi, vitamin C, dan serat. Sehingga, tetap dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak bagi yang tidak cocok susu sapi. Selain itu, juga memiliki dampak yang sama baiknya dengan yang mengonsumsi susu sapi.
(FIR)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *