LPDP Kucurkan Rp55 Miliar Dukung Ekosistem Kemitraan di Perguruan Tinggi Vokasi

Berita, Teknologi139 Dilihat

Samarinda: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendukung penuh Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah yang ditelurkan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Direkrot Jenderal Pendidikan Vokasi. LPDP menyediakan dana Rp55 miliar selama tiga tahun program itu berlangsung.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati mengungkapkan uang yang dikucurkan LPDP itu untuk mendukung berbagai program turunan.
 
“Dasar penetapan alokasi anggaran ditentukan oleh scope wilayah kerja dan scope bidang kerja. Provinsi tertentu mungkin lebih besar karena cakupan kerjanya lebih banyak atau wilayahnya lebih luas,” ujar Kiki di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa malan, 26 September 2023.

Sebanyak 85 perguruan tinggi vokasi negeri dan swasta dilibatkan dari 27 provinsi di Indonesia. Rinciannya, 20 perguruan tinggi vokasi pengampu atau ketua konsorsium dan 65 perguruan tinggi vokasi sebagai anggota. Satu perguruan tinggi atau gabungan dua perguruan tinggi maupun lebih bisa berkolaborasi.
 
“Dana itu tidak diberikan ke perseorangan, itu dititipkan kepada konsorsium perguruan tinggi vokasi untuk tadi membangun ekosistem kemitraannya,” tutur Kiki.
 
Kiki menyebut kolabarosi ini sengaja dibentuk karena selama ini masing-masing sekolah, masing-masing SMK, masing-masing lembaga kursus, masing masing politeknik mencari mitra sendiri. Namun, tidak sedikit kerja sama itu tidak sejalan dengan kebijakan pembangunan pemerintahnya maupun pembangunan ekonomi di daerah.
 
“Sehingga dengan TKDV (Tim Koordinasi Daerah Vokasi) ini, dengan konsorsium ini kita rekatkan kemitraan kolaborasi itu,” tutur Kiki.
 
Adapaun rincian pendanaan untuk berbagai tahap yang ditargetkan berlangsung selama tiga tahun. Pada tahap pertama di tahun pertama ada workforce planning. Ini dilakukan mapping untuk mengetahui kebutuhan sebenanya di satu daerah.
 
“Ini memang program tiga tahun. Tahun pertama untuk mapping terhadap kebutuhan lapangan kerja di wilayah itu, baik dari sisi jumlah maupun jenis keahliannya. Kemudian, mapping juga potensi daerahnya, kemudian mapping juga ketersediaan pendidikan vokasi di situ,” kata Kiki.
 
Sambil berjalan workforce planning, perguruan tinggi vokasi yang ditunjuk dalam program ini juga mulai membuat innovation planning. Selanjutnya, rencana inovasi itu juga bakal mendapat pendanaan untuk realisasinya pada tahun kedua.
 
Kiki mengatakan pendanaan ini diberikan berdasarkan kinerja. Mereka yang mendapat dana di tahun pertama belum tentu dapat menerima dana lagi di tahun kedua.
 
“Tahun kedua nanti kita lihat dari kinerja tahun pertama menghasilkan luaran yang dijanjikan tidak? Lalu berdasarkan tahun pertama, tahun kedua mungkin perlu ada penyesuaian pendidikn vokasi di wilayah itu. Jadi, kelanjutan dari pertama,” papar dia.
 
Kiki mengatakan LPDP juga bakal memantau kinerja perguruan tinggi vokasi yang ditunjuk menjadi konsorsium. Salah satu konsorsium adalah gabungan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau Kaltimtara.
 
Terdapat empat politeknik yang ditunjuk bekerja sama, yaitu Politeknik Negeri Samarinda (Polnes); Politeknik Negeri Pertanian Samarinda (Politani), Politeknik Balikpapan (Polban), dan Politeknik Nunukan (PNN). Direktur Polnes, Ahyar M. Diah, yang juga ketua konsorsium mengungkapkan pihaknya bisa menerima dana Rp600 juta sampai Rp1 miliar untuk menelurkan inovasi.
 
“Dananya antara Rp600-Rp1 miliar tergantung program yang diajukan. Jadi, bervariasi,” beber Ahyar.
 
Ahyar menyebut inovasi yang ditelurkan ini juga tak perlu banyak-banyak. Asal, memang yang paling bermanfaat di daerah tersebut dan sangat dibutuhkan masyarakat.
 
“Projectnya yang memang sudah diukur, bisa dikerjain secara bersama-sama berapa lama, berdasarkan keunggulan,” tutur dia.
    

Baca Juga  Harga Mobil Rubicon Di Kota Pekanbaru Versi Kami

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(REN)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *