Makin Dekat Keputusan The Fed, Kuatkah Rupiah Hari Ini?

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) potensi bisa lebih tidak stabil, ini sejalan dengan pelaku pasar yang semakin fokus menanti keputusan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda pada perdagangan kemarin, Selasa (19/9/2023) kembali ditutup koreksi terhadap dolar AS pada posisi Rp15,375/US$, turun tipis 0,07% di pasar spot.

Gejolak pasar keuangan potensi akan lebih volatile hari ini, pasalnya pada dini hari nanti atau Kamis (21/9/2023) akan ada keputusan the Fed terkait kebijakan suku bunga acuan-nya.

Pelaku pasar cukup optimis pada keputusan the Fed kali ini kemungkinan besar akan ditahan. Hal ini semakin didukung dengan survei perangkat CME FedWatch yang didominasi 99% mengatakan pause. Sedangkan hanya 1% yang mengatakan suku bunga AS mengalami kenaikan 25 basis poin (bp).

Beralih ke domestik, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada bulan ini demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada pada Rabu dan Kamis pekan ini (20-21 September 2023). Sementara pengumuman BI akan dilaksanakan Kamis siang atau beberapa jam setelah the Fed menentukan kebijakan suku bunga mereka.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memproyeksi bank sentral RI akan menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Dari 11 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus, semuanya memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 5,75%. Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Baca Juga  Robert Kiyosaki Bilang Kripto Investasi Masa Depan

Suku bunga sebesar 5,75% sudah berlaku sejak Januari tahun ini atau delapan bulan terakhir. BI mengerek suku bunga sebesar 225 bps dari 3,50% pada Juli 2022 menjadi 5,75% pada Januari tahun ini.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, rupiah dalam melawan dolar AS bergerak dalam tren pelemahan mengikuti garis rata-rata selama 20 jam dan 50 jam atau moving average 20 dan 50 (MA20 & MA50).

Tren pelemahan masih potensi bisa berlanjut dalam jangka pendek, oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati resistance di posisi Rp15.380/US$ sebagai target pelemahan terdekat. Nilai tersebut diambil dari horizontal line high candle 15 September 2023.

Sementara itu, untuk posisi support sebagai target penguatan jangka pendek apabila ada pembalikan arah bisa dicermati level psikologis Rp15.350/US$. Posisi tersebut juga mendekati horizontal line dari low candle 14 September 2023.




Pergerakan rupiah melawan dolar AS hingga 19 September 2023Foto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS hingga 19 September 2023

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected] 

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbal dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Rupiah Perkasa, Akhirnya Dolar Say Good Bye Rp 15.300

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *