Sikapi Pilpres, Yenny Wahid Bakal Sowan ke Kiai dan Pesantren di Jatim

Jakarta: Nama putri mendiang Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, menjadi nama yang cukup dipertimbangkan maju sebagai bakal calon wakil presiden. Terlebih sosok Yenny adalah representasi perempuan dan Nahdliyin. 

Mengetahui hal tersebut, Yenny Wahid pun merasa tersanjung dan mengapresiasi atas dukungan dan perhatian dari para kiai serta gus-gus yang ada di Jatim.

“Mba Yenny sangat-sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih tentunya atas dukungan dan doa dari para kiai dan gus di Surabaya itu,” ungkap Juru Bicara Yenny Wahid, Iwan Setiawan, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 21 September 2023.

Iwan menyampaikan, Yenny Wahid pun sudah memiliki rencana untuk bersilaturahmi dengan para kiai dan beberapa pondok pesantren sepulangnya dari menjalankan tugas di luar negeri pada 23 September 2023 mendatang.

“Iya sudah ada rencana. Jadi nanti setelah Mba Yenny pulang dari Amerika, beliau akan langsung sowan kepada para kiai, ulama, habaib dan gus-gus,” ujarnya.

 

Sementara itu, enny Wahid tidak menginginkan adanya pertentangan dengan siapapun dan antarapapun, termasuk dengan Cak Imin.

“Mba Yenny enggak fokus kesana (klaim dukungan NU ke Anies-Cak Imin). Mba Yenny enggak mau ada konfrontasi, beliau lebih fokus pada mengadu ide dan gagasan, juga memperkuat basis pendukung,” katanya.

Sebelumnya, Multaqo yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo 2, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), itu dihadiri oleh sejumlah kiai khos. Di antaranya KH Muchid Murtadho, KH Najih Farhoq, KH Abdullah Abid Uzair, KH Ahmad Sahal Mahdi dan KH Nurul Huda.

Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Kalijogo 2, KH Najih Farhoq atau akrab disapa Gus Najih, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk mendorong para elite politik agar mempertimbangkan nama Yenny Wahid. 

Baca Juga  Resiko Saham Di Kota Ambon 2023

“Kami hanya mendoakan saja, apa yang terjadi, Allah yang menentukan dan para politisi supaya mendapatkan hidayah dan ketukan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Gus Najih menyampaikan, para Kiai dan Gus yang hadir memiliki sejumlah pertimbangan. Yenny Wahid memiliki ideologi kebangsaan yang jelas karena merupakan representasi dari ayahnya, yakni KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang merupakan Presiden RI ke-4.

“Beliau (Gus Dur) bapak bangsa, di situ ada Mbak Yenny, ada sosok-sosok yang ideologinya sama dengan KH Abdurrahman Wahid,” katanya.

Sehingga, Yenny Wahid pun menjadi bakal cawapres alternatif. Dari segi elektabilitas sebagai cawapres perempuan, Yenny Wahid memang memiliki nilai tertinggi. Hal itu berdasarkan hasil survei terakhir dari dua lembaga, yakni Dialektika Institute dan Rumah Demokrasi.

Hasil survei Dialektika Institute menunjukkan bahwa elektabilitas Yenny Wahid mencapai 27,6 persen, disusul Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebesar 25,4 persen. Hasil survei Rumah Demokrasi terkait elektabilitas Yenny Wahid tidak jauh berbeda. Dalam survei Rumah Demokrasi, elektabilitas Yenny Wahid tertinggi, yakni mencapai 30,2 persen.

Kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa 22,8 persen, Susi Pudjiastuti 17,7 persen, Sri Mulyani 12,6 persen dan Puan Maharani 8,7 persen.

Selain dari basis massa NU dan para pendukung Gus Dur, Yenny Wahid juga bisa menarik suara kaum ibu dan perempuan di Indonesia. Dari segi kapasitas dan kapabilitas, sosok Yenny Wahid memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, kapasitas intelektual Yenny Wahid sudah level internasional
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

((WHS))

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *