Suku Bunga AS Bakal Rilis, Pasar Kripto Lesu

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir di tengah sikap wait and see pasar perihal suku bunga Amerika Serikat (AS).

Merujuk dari CoinMarketCap pada Senin (18/9/2023) pukul 05.41 WIB, pasar kripto mayoritas mengalami pelemahan tipis. Bitcoin turun 0,4% ke US$26.476,90 dan secara mingguan naik 2,23%.

Ethereum terdepresiasi 1,02% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari melemah 0,11%.

XRP melemah 1,67% secara harian dan dalam sepekan turun 1,51%.

Begitu pula dengan Toncoin yang ambruk 7,79% dalam 24 jam terakhir meskipun secara mingguan masih terbang 34,43%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 0,88% ke angka 1.107,81. Open interest terdepresiasi 2,65% di angka US$22,78 miliar.

Index Fear & Greed yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 38. Angka ini masih di bawah angka 50 yang berarti pasar masih bersikap takut/pesimis meskipun sudah mulai ada sedikit optimisme.

Koreksi yang terjadi di pasar kripto hari ini terjadi akibat sikap wait and see pasar perihal suku bunga AS. Kamis (21/9/2023) dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB), akan dirilis data suku bunga AS yang diproyeksikan akan tetap atau sama dengan periode sebelumnya. Menurut perangkat FedWatch, 99% menunjukkan bahwa suku bunga AS tidak akan mengalami kenaikan, sedangkan 1% lainnya mengatakan suku bunga AS naik 25 basis poin (bps).

Dengan ditahannya suku bunga AS, maka risk asset seperti kripto berpotensi mendapatkan angin segar dan mengalami kenaikan setidaknya dalam jangka pendek.

Dilansir dari coinotag.com, sidang berikutnya terkait kasus U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Binance diperkirakan akan berlangsung pada pekan ini dan dokumen rahasia yang diserahkan oleh SEC akan dibuka segelnya. Minggu ini bisa menjadi minggu yang intens dan fluktuatif untuk bitcoin dan mata uang kripto.

Baca Juga  Max Verstappen Juarai GP Jepang

Di sisi lain, meskipun terdapat pelemahan dalam 24 jam terakhir, namun harga bitcoin relatif stabil selama sebulan terakhir, bahkan dengan perkembangan signifikan seperti ETF Bitcoin spot dan tuntutan hukum kripto. Namun, data dari transaksi blockchain menunjukkan bahwa cara bitcoin diperdagangkan mencerminkan kekuatan dalam siklus perdagangan secara keseluruhan.

Data Glassnode mengungkapkan bahwa jumlah pasokan Bitcoin yang aktif dalam 6 bulan hingga 1 tahun terakhir, berdasarkan rata-rata pergerakan 1 hari, baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 6 bulan. Khususnya, peningkatan ini dimulai sekitar waktu yang sama ketika Grayscale memenangkan gugatannya terhadap SEC mengenai konversi Grayscale Bitcoin Trust menjadi ETF Bitcoin spot. Hal ini menjadi berita baik bagi investor bitcoin dan persiapan yang positif bagi potensi reli bitcoin di masa mendatang.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pasar Mulai Bodo Amat Sama SEC, Kripto Bergerak Mix

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *