Viral Nasabah Bunuh Diri, AdaKami Sudah Cetak Laba Rp172 M

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan peer to peer (P2P) lending PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami tengah menjadi sorotan. Baru-baru ini viral di Twitter/X soal penagihan utang oleh debt collector (DC) AdaKami kepada korban yang berujung bunuh diri.

Korban telah meminjam uang di Adakami sebesar Rp 9,4 juta dan harus mengembalikan tagihan sekitar Rp 19 juta. Dalam tulisan thread Twitter yang viral tersebut, AdaKami memberikan pinjaman dengan bunga 0,4% per hari dan biaya admin 100%. 

Selain itu, pihak DC disebut telah mengejar korban dengan cara yang tidak manusiawi. Teror itu berlanjut ke keluarga dan kerabatnya bahkan setelah korban telah meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari menyampaikan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Adakami hari ini, Rabu (20/9/2023).

AdaKami sendiri adalah platform pinjaman dana tunai online dengan model P2P yang sudah berizin resmi dan di awasi oleh OJK. Menurut situs Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), AdaKami mulai berdiri di Indonesia pada 5 Juni 2018.

Melansir situs resminya, perusahaan pinjaman online (pinjol) ini mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2022, di kala bisnis P2P baru berkembang di Indonesia. AdaKami mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,24 triliun pada 31 Desember 2022.

Beban pokok dan beban operasional perusahaan pun tercatat sebesar Rp 854,94 miliar sepanjang tahun 2022. Dengan demikian, laba usaha AdaKami tercatat sebesar Rp 393,27 miliar.

Beban lain-lain tercatat sebesar Rp 222,94 miliar dan penghasilan komprehensif tercatat sebesar Rp 2,18 miliar. Dengan begitu, laba komprehensif tahun berjalan AdaKami sebesar Rp 172,51 miliar pada tahun 2022.

Baca Juga  Viral! Teror Pinjol Ini Diduga Bikin Nasabah Bunuh Diri

Di samping itu, perusahaan mencatatkan jumlah aset sebesar Rp 617,07 miliar pada akhir tahun lalu. Ekuitas tercatat sebesar Rp 344,29 miliar.

Perlu diketahui, AdaKami sendiri merupakan anak perusahaan fintech FinVolution Group. FinVolution Group sendiri adalah platform fintech terkemuka di Tiongkok. Didirikan pada tahun 2007, FinVolution telah memiliki lebih dari 164,5 juta pengguna yang terdaftar secara kumulatif, per tanggal 31 Maret 2023.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Waduh, Orang Indonesia Ternyata Makin Banyak Tak Bayar Pinjol

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *